BAWAKAN AKU AKAL

 "Cinta akan menjadikan semuanya sempurna"


PERJUMPAAN

Di sebuah wilayah perbukitan yang subur, berdirilah sebuah kerajaan yang besar. Kehidupan ekonomi penduduk kerajaan tersebut tergolong baik. Setiap kali musim panen para penduduk diharuskan mengumpulkan sebagian hasil pertanian kepada pihak kerajaan. Itulah sebuah kebiasaan yang terjadi.  Kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang raja yang kekar, cerdas, tetapi juga sangat materialistis. Kehidupannya selalu penuh dengan keglamoran. Raja tersebut memiliki tujuh orang istri. Istri pertama sampai keenam adalah putri raja dari kerajaan-kerajaan tetangga yang juga tidak kalah dengan kekayaannya dengan raja tersebut. Istri yang ketujuh adalah anak tunggal dari sepasang suami istri yang berasal dari sebuah desa terpencil. Istri ketujuh raja tersebut yang bernama Elbet tersebut sejak kecil hidup bersama orang tuanya. Sedari kecil Elbet selalu membantu orang tuanya untuk bertani dan juga menyelesaikan pekerjaan rumah.

Pertemuan antara raja dan Elbet bermula saat raja sedang pergi berburu bersama dengan beberapa prajurit terbaiknya. Ketika raja dan pasukannya sedang beristirahat, mereka mendengar ada seseorang yang bernyanyi dengan suara yang begitu merdu. Bergegaslah mereka menuju arah datangnya suara itu. Dari balik pepohonan, mereka melihat ada sebuah gubuk tua dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Tampaklah di pekarangan rumah, ada seorang ibu bersama anak gadisnya yang tengah asyik bercerita di sebuah bangku kayu tepat di samping gubuk. Paras cantik gadis itu membuat raja tergugah untuk menghampiri mereka. 

Hingga pada akhirnya pasukan raja tersebut mendatangi rumah tersebut. Berkatalah ibu itu kepada anaknya, “nak, ambilkan air untuk mereka. Mereka sangat lelah”. Tak lama Elbet muncul dengan membawa air dan langsung disuguhkan kepada pasukan raja tersebut. Raja terkesima dengan paras Elbet dan kesantunannya. Singkat cerita, sejak kejadian itu raja sering mengajak prajuritnya untuk pergi berburu hanya untuk bertemu dengan Elbet, putri dari pasangan petani tersebut. Dari sinilah tumbuh perasaan suka antara raja dan Elbet, hingga suatu hari raja benar-benar membuka siapa dia sebenarnya dan melamar Elbet sebagai istrinya.  Orang tua elbet akhirnya menyetujui lamaran tersebut. Raja lalu membawa Elbet ke istana dan sah menjadi istri raja yang ke tujuh. 

*********

ANTARA RATU DAN ISTRI

Hidup menjadi ratu memang memiliki banyak suka dan duka. Keenam istri raja yang lainnya yang adalah anak dari raja-raja tetangga memiliki kebiasaan yang sangat berbeda. Lahir sebagai putri raja yang menikah dengan raja membuat gaya hidup sangat berbeda dengan Elbet yang adalah anak dari rakyat jelata. Hampir setiap hari keenam istri raja tersebut meminta untuk dibelikan berbagai barang mewah seperti anting, gelang, kalung serta pakaian terbaik. Sebagai istri yang yang kaya dan berkuasa, mereka juga bertindak sesuka hati dan sekehendaknya mereka. Walaupun demikian dari keenam istri tersebut, sang raja belum mendapatkan keturunan yang akan menjadi pemimpin dimasa mendatang. Elbet jauh sangat berbeda dengan mereka. Di istana sekalipun, Elbet selalu ikut membantu para pelayan seperti memasak, menyapu dan mempersiapkan segala keperluan raja. 

Suatu hari sang raja kaget melihat Elbet membantu para pelayan di dapur dan membersihkan ruangan di istana. Para pelayan dan Elbet terlihat begitu senang ketika Elbet mulai mulai melantunkan lagu-lagu rakyat diiringi dengan tarian. Raja terheran-heran dan juga malu. Malu karena istrinya Elbet menempatkan diri sama seperti seorang pelayan biasa, yang berbeda dengan istri lainnya. Ketika malam hari seusai makan, raja mengajak istrinya Elbet untuk berbicara di balkon istana. Berkatalah raja kepada Elbet, “kamu adalah istriku, permaisuri kerajaan. Mengapa kamu harus ikut membantu pelayan dan mengerjakan pekerjaan mereka?. Dimana wibawa saya sebagai raja?’. Elbet dengan lembut menjawab radja, “benar bahwa saya adalah permaisuri, tapi saya juga adalah istri. Istri yang akan melayani dan menyiapkan segala keperluan suami. Saya hanya ingin melayani suami saya, yaitu kamu”. Sepanjang malam, radja terus berpikir atas jawaban yang diberikan istrinya Elbet. 

Jawaban Elbet terus-menerus menghantui pikiran raja setiap hari. Pada suatu malam, raja pergi ke sebuah tempat yang tidak jauh dari istana bersama seorang prajuritnya. Raja duduk merenung sepanjang malam. Seakan-akan seseorang datang lalu membuka hati dan pikirannya yang pada akhirnya menyadarkannya. Ketika ayam berkokok, sang raja dan prajuritnya kembali ke istana.  Akan tetapi sepulang dari tempat tersebut, raja belum menemukan sebuah ketenangan. 

*********

AKAL

Selang tujuh hari raja tersebut mengumpulkan semua istrinya di sebuah ruangan. Raja lalu mulai membuka pembicaraan kata, “dua hari lagi saya akan pergi berlayar selama sebulan. Apa yang saya bawakan untuk kalian sepulang dari sana?”. Istri pertama langsung menjawab, “saya menginginkan emas, berlian, kalung, gelang dan perhiasan yang mahal serta pakaian yang bagus”. Jawaban tersebut tidak berbeda dengan istri yang kedua sampai keenam. Lalu bertanyalah raja kepada Elbet yang hanya duduk berdiam diri. “Elbet, apa yang kamu inginkan?”. Setelah agak lama, Elbet dengan suara yang pelan menjawab, “bawakan saya akal”. Merasa heran, raja kembali bertanya kepada Elbet, “apa yang kamu inginkan?”. Elbet dengan senyumnya menjawab, “saya menginginkan akal”. Raja semakin bingung dengan apa yang dikatakan istrinya itu.

Pada hari yang telah ditetapkan berangkatlah raja bersama pasukannya. Perlahan perahu layar yang digunakan raja meninggalkan pelabuhan dan menghilang dari pandangan mata. Selama perjalanan raja mulai membagi tugas kepada prajuritnya untuk membelikan pesanan istrinya. Para prajurit bingung, karena pesanan hanya berasal dari enam orang. Lalu bertanyalah seorang prajurit kepada raja katanya, “Tuan, bukankah ada tujuh pesanan yang harus dibelikan?”. Karena raja sendiri masih bingung dengan pesanan dari istri ke tujuhnya, akhirnya raja menjawab,”satu pesanan lainnya akan saya belikan”. Semua prajurit kebingungan. Melihat hal tersebut berkatalah raja, “kerjakan tugasmu”.

Ketika sampai ditempat tujuan, para prajurit mulai berpencar mencari berbagai pesanan para istri raja. Raja memilih untuk berjalan sendiri, dengan kebingungan yang masih menggebu-gebu. Tanpa disadari raja sampai di sebuah tempat kumuh. Raja melihat anak-anak kecil bermain di tempat yang penuh dengan sampah. Rumah penduduk yang begitu memprihatinkan. Anak-anak menangis meminta susu kepada ibunya. Penduduk sibuk bekerja dengan peralatan seadanya. Dari sekian banyak orang yang ditemui, sebagian besar tidak memakai baju terlebih anak-anak. 

Ada pula yang berpakaian compang-camping dan tidak memakai alas kaki. Ada juga yang duduk berkelompok, makan bersama dengan menu makan yang seadanya, ada pula yang perempuan yang terlihat sedang mengerjakan pekerjaan para lelaki. Sebuah pemandangan dan situasi baru yang asing. Sang raja kaget dengan kondisi yang ditemui karena belum pernah ditemui semasa hidupnya bahkan ketika menjadi pemimpin. Sang raja membayangkan bagaimana jika kondisi itu terjadi di kerajaan yang dipimpinnya. Sedangkan bahkan sampai hari ini, penduduknya masih harus bersusah payah bekerja dan mengumpulkan sebagian hasilnya untuk kerajaan.

Sang raja yang kuat dan kekar tersebut terlihat lesu dan tak berdaya memikirkan nasib penduduknya atas perbuatan yang dilakukan selama ini. Mengambil dan menikmati jerih payah penduduknya sesuka hati. Situasi yang dilihatnya telah menampar mukanya sendiri. Raja merasa malu dengan dirinya terlebih dengan perjuangan penduduknya. Keperkasaan dan kekuatan hanyalah sebuah simbol, bukan lagi menjadi sesuatu yang nyata. Sambil menghela napas panjang berkatalah raja, “dimanakah jati diri saya sebagai pemimpin”. Sepanjang berada di tempat asing itu raja terus memikirkan situasi yang ditemui dan pesanan dari Elbet istrinya mengenai akal. Setiap malam raja terus merenung, merenung dan merenung tentang pengalaman barunya. 

*********

DIUSIR

Waktu berjalan begitu cepat. Hingga pada waktunya, pulanglah raja bersama pasukannya. Perahu layar yang mereka gunakan penuh dengan pesanan para istri raja. Ketika sampai pelabuhan kerajaan, raja memerintahkan prajuritnya untuk langsung membawakan pesanan kepada para istri. Tinggalah raja sendiri di perahu tersebut. Raja lalu mulai menggantikan pakaian yang dikenakannya dan memakai pakaian compang-camping dan menyamar menjadi seorang pengemis. Maka pergilah raja itu ke istana. Ketika sampai di istana para prajurit menahan dan mengusir pengemis yang adalah raja mereka. Sambil terbata-bata berkatalah pengemis tersebut, “saya ingin bertemu tuan raja, ataupun para permaisuri”. Prajurit merasa aneh karena belum pernah ada pengemis di kerajaan tersebut. Salah seorang prajurit lalu melaporkan kejadian itu pada permaisuri. 

Karena penasaran datanglah istri raja yang pertama. Merasa jijik dengan pengemis tersebut, berkatalah dia, “pergilah dari sini dan jangan pernah kembali lagi”. Pengemis tersebut masih tetap berlutut sambil menangkupkan tangannya. Tak lama, datanglah istri kedua dan menghardik pengemis tersebut dan meludahinya. Demikianpun istri ketiga, empat, lima dan ke enam. Cacian, hinaan dan tidak lupa mereka mengusirnya. 

Raja yang tengah menyamar tersebut mulai menyadari bahwa tidak semua istrinya bisa menjadi permaisuri dan juga seorang ibu. Ketika hendak pergi dari pintu istana, datanglah Elbet sambil berteriak. “hey, berhentilah”. Para penjaga kaget dengan sikap Elbert. Elbert lalu memerintahkan prajurit untuk membawa pengemis tersebut kedalam istana. Para istri yang lain menjadi geram dengan apa yang diperbuat oleh Elbet, istri ketujuh raja tersebut. Para istri yang lain dan juga prajurit mengerumuni Elbet dan pengemis tersebut. 

*********

PAHITNYA KENYATAAN

Elbet bergegas ke dapur dan mengambilkan minuman dan membawakan kepada pengemis tersebut katanya, “minumlah kamu pasti kehausan”. Sang raja kembali teringat pada seorang ibu yang menyuruh anak gadisnya untuk memberikan minuman kepada raja dan pasukannya pada saat berburu beberapa waktu sebelumnya. Dan gadis yang yang ditemui di tengah hutan itu adalah istrinya yang tengah melayaninya sebagai seorang pengemis. Sambil melontarkan beberapa pertanyaan kepada pengemis, Elbet menyuruh pelayan istana untuk menyiapkan makanan untuk pengemis tersebut. Karena merasa tidak mampu menahan perlakuan keenam istri lainnya dan juga sikap Elbet kepadanya, raja terpaksa melepaskan segala penyamaran yang dilakukannya di depan kerumunan para istri dan prajurit. Sedangkan disaat yang sama para prajurit terheran-heran dengan sikap baik Elbet kepada pengemis tersebut, belum lagi celoteh dari keenam istri lainya yang tiada henti.

Ketika hendak makan makanan yang telah dihidangkan, bertanyalah pengemis itu kepada para perempuan yang adalah istrinya yang sedang mengerumuninya. “apakah pesanan kalian sudah sampai, apakah kalian menyukainya?”. Para prajurit dan istri raja semakin heran dengan pertanyaan pengemis tersebut. Tanpa membuang waktu pengemis lalu melanjutkan perkataannya. “tahukah kalian, bahwa orang yang kalian hardik, usir, hina dan kalian mencacinya di depan pintu masuk itu adalah orang yang sangat menyayangi kalian?.  Tahukah kalian bahwa orang yang kalian kerumuni ini adalah pemimpin di kerajaan ini?”. Semua orang semakin bingung dan heran. Pengemis lalu mulai menanggalkan pakaian yang dipakai layaknya seorang pengemis tersebut. Semua orang kaget dan malu ketika mengetahui bahwa pengemis tersebut adalah raja mereka. Terlebih para keenam istri yang sudah bersikap tidak sopan dan tidak menghargai pengemis yang adalah suami dan raja. Sambil tersenyum berkatalah raja kepada Elbet istrinya, “bukan kamu yang meminta akal, tetapi kamu telah memberikan saya akal, membuka pikiran dan hati saya dari keangkuhan serta mengajari saya tentang makna dari kehidupan”

*********

BERITA GEMBIRA

Sejak kejadian itu, suasana di kerajaan menjadi sangat berbeda. Istana menjadi seperti rumah tua yang ditinggal. Semua yang pernah terjadi hilang tak berbekas. Akhirnya raja menceraikan keenam istrinya yang selama ini yang menginginkan harta dan kekayaannya. Raja juga mengeluarkan sebuah keputusan bahwa penduduknya tidak diperbolehkan untuk mengumpulkan semua hasil panen kepada pihak istana. Raja akhirnya benar-benar menyadari bahwa sebagai seorang raja dan juga pemimpin harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakatnya, tanpa pemerasan atau pun menikmati jerih payah mereka. 

Suatu malam saat bulan purnama, raja duduk bersama istrinya yang tercinta, Elbet di balkon istana sambil memandangi rumah penduduk. Raja lalu mulai menceritakan pengalamannya selama berlayar sampai kembali ke kerajaannya. Elbet hanya tersenyum bangga ketika mendengar cerita dari suaminya. Karena sudah larut malam, sang raja mengajak istri menuju ke kamar tidur. Tiba-tiba Elbet menarik tangan suaminya dan berkata “Kamu bukan hanya seorang raja yang bijak, tapi kamu juga akan menjadi seorang bapak yang baik”. Betapa bahagianya raja tersebut ketika mengetahui bahwa istrinya tengah mengandung anaknya. Keesokan harinya ketika matahari terbit, kabar kehamilan permaisuri yaitu Elbet mulai tersiar di seluruh penjuru kerajaan.

Sekian...

..................................Kaka_Edye.................................

Komentar

  1. kadangkala orang melihat dari luarnya (seperti yang dilakukan 6 istri).
    akal itu melekat dalam diri setiap manusia, namun menjadi manusia yang berakal sangat langka. berakal juga berarti mau melihat dan terlebih menyikapi situasi yang terjadi (raja melihat rakyatnya kelaparan, selama ini kemana dia??).
    Yah... semoga raja dan sang istri terakhirnya (bnr2 yg terakhir) hidup bahagia...
    🙏🙏

    BalasHapus

Posting Komentar