Postingan

Puisi: Perihal Ragu

Gambar
“Aksara, kamu tau, nggak? Dari banyaknya bintang yang pernah ada di angkasa, tapi hanya bintang Sirius yang paling terang.” “Iya. Tau, Sha. Memangnya kenapa?” Wajah tegasnya menatap penasaran ke arahku. Aku menghela nafas sejenak, lalu memandangi langit malam yang sedari tadi menemani aku dan Aksara berbincang-bincang. “Dari beribu kisah yang tercipta, hanya satu yang akan terukir abadi. Tentu saja, sang takdir yang akan ikut campur. Aksara, kamu bisa bayangin nggak, kalau kisah yang akan terukir abadi itu bukan kisah kita? Bukan kisah aku dan kamu. Kamu pernah kepikiran?” Aku memusatkan pandanganku sepenuhnya kepada Aksara, laki-laki yang telah mengisi hidupku selama dua tahun terakhir. “Pernah, pasti pernah. Aku kadang ragu, Sha. Aku ragu sama diriku sendiri. Aneh, ya? Padahal sejak awal, aku yang menekankan bahwa tidak boleh ada keraguan di antara kita,” ujar Aksara pelan. Suara miliknya itu lembut, aku selalu suka dengan suara milik Aksara, dan akan terus seperti itu. “Aksara, aku ...

BAWAKAN AKU AKAL

Gambar
  "Cinta akan menjadikan semuanya sempurna" PERJUMPAAN Di sebuah wilayah perbukitan yang subur, berdirilah sebuah kerajaan yang besar. Kehidupan ekonomi penduduk kerajaan tersebut tergolong baik. Setiap kali musim panen para penduduk diharuskan mengumpulkan sebagian hasil pertanian kepada pihak kerajaan. Itulah sebuah kebiasaan yang terjadi.  Kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang raja yang kekar, cerdas, tetapi juga sangat materialistis. Kehidupannya selalu penuh dengan keglamoran. Raja tersebut memiliki tujuh orang istri. Istri pertama sampai keenam adalah putri raja dari kerajaan-kerajaan tetangga yang juga tidak kalah dengan kekayaannya dengan raja tersebut. Istri yang ketujuh adalah anak tunggal dari sepasang suami istri yang berasal dari sebuah desa terpencil. Istri ketujuh raja tersebut yang bernama Elbet tersebut sejak kecil hidup bersama orang tuanya. Sedari kecil Elbet selalu membantu orang tuanya untuk bertani dan juga menyelesaikan pekerjaan rumah. Pertemuan anta...

The Hero

Gambar
Suara piano dari lantai bawah sayup-sayup membangunkannya. Embusan angin dingin bertiup masuk ke kamar, menyapu gorden, berdesir perlahan. Jauh di luar terdengar suara ombak menghantam karang, kemudian terseret mundur dan terhisap di antara butir pasir. Jendela kayu biru itu tak pernah sekalipun dia tutup. Sejenak angin laut membawa suasana pantai ke dalam, aroma bercampur garam diselimuti udara dingin. Tokyo sudah memasuki bulan Oktober, suhu udara menurun, angin dingin menembus kulit, menyapa tulang-tulang minim lemak.       Dia mendekat ke jendela biru itu. Hawa dingin segera menjalari wajah dan tubuhnya. Dia terdiam sejenak melihat ke luar jendela, dia melihat ada yang asing di wajah orang-orang di luaran sana, terlihat banyak orang-orang mulai memakai masker. Entah mengapa mereka tampak lesu dan pucat, tidak ada satupun orang yang terlihat bahagia di depan rumahnya.       Dia sangat tidak peduli, dia tidak ingin mencari t...

Sang Motivator

Gambar
Jam dinding menunjukkan pukul 13.45.   "Aduuuuuh, pusing banget dah" Ucap Rina. Seorang siswa bernama Rina kelas 8 SMP Taruna Bakti, yang sedang mengerjakan tugas yaitu membuat cerpen untuk hari guru besok. Rina sangat benci tugas ini. Rina itu tipe anak yang suka nunda tugas, Si copas dan pemalas. Agak kesal rasanya, padahal deadline-nya besok dan ia belum menentukan isi cerpen, dan Rina merasa frustasi.  Rina langsung mengambil ponselnya dan nge-chat temannya Lena. "Eh Len" "Iya kenapa?" "Kamu udah selesai cerpen, belum?"  "Aku udah, kamu belum ya?"  "Iya nih, susah banget, mana deadline-nya besok" "Ih, kamu teh nyaa cepat kerjain!" "Nanti nilai kamu dikurangi loh" Rina langsung berhenti, dan langsung nge-chat temannya yang lain yaitu Nessa  "Eh Ness" "Iya kenapa?" "Lo udah selesai cerpen, belum?" "Sudah dong, lo belum?" "Iya gw belum, malesss" "La...