The Hero
Suara piano dari lantai bawah sayup-sayup membangunkannya. Embusan angin dingin bertiup masuk ke kamar, menyapu gorden, berdesir perlahan. Jauh di luar terdengar suara ombak menghantam karang, kemudian terseret mundur dan terhisap di antara butir pasir. Jendela kayu biru itu tak pernah sekalipun dia tutup. Sejenak angin laut membawa suasana pantai ke dalam, aroma bercampur garam diselimuti udara dingin. Tokyo sudah memasuki bulan Oktober, suhu udara menurun, angin dingin menembus kulit, menyapa tulang-tulang minim lemak. Dia mendekat ke jendela biru itu. Hawa dingin segera menjalari wajah dan tubuhnya. Dia terdiam sejenak melihat ke luar jendela, dia melihat ada yang asing di wajah orang-orang di luaran sana, terlihat banyak orang-orang mulai memakai masker. Entah mengapa mereka tampak lesu dan pucat, tidak ada satupun orang yang terlihat bahagia di depan rumahnya. Dia sangat tidak peduli, dia tidak ingin mencari t...