Sang Motivator


Jam dinding menunjukkan pukul 13.45.  


"Aduuuuuh, pusing banget dah" Ucap Rina.


Seorang siswa bernama Rina kelas 8 SMP Taruna Bakti, yang sedang mengerjakan tugas yaitu membuat cerpen untuk hari guru besok. Rina sangat benci tugas ini. Rina itu tipe anak yang suka nunda tugas, Si copas dan pemalas. Agak kesal rasanya, padahal deadline-nya besok dan ia belum menentukan isi cerpen, dan Rina merasa frustasi. 


Rina langsung mengambil ponselnya dan nge-chat temannya Lena.


"Eh Len"

"Iya kenapa?"

"Kamu udah selesai cerpen, belum?" 

"Aku udah, kamu belum ya?" 

"Iya nih, susah banget, mana deadline-nya besok"

"Ih, kamu teh nyaa cepat kerjain!"

"Nanti nilai kamu dikurangi loh"


Rina langsung berhenti, dan langsung nge-chat temannya yang lain yaitu Nessa 

"Eh Ness"

"Iya kenapa?"

"Lo udah selesai cerpen, belum?"

"Sudah dong, lo belum?"

"Iya gw belum, malesss"

"Lah kok belum sih, mending copas aja dehh, gampang, mumpung ada waktu"


Rina langsung berhenti mengetik, 


"LAH IYA YA, kenapa ga kepikiran sih". 


Tapi Rina langsung ingat kejadian yang lalu, tepatnya tanggal 20 Oktober. Yang membuat dia kesal dengan pak Edo. Semua gara-gara guru bahasa Indonesia itu.


***

 Waktu itu ada perlombaan membuat puisi di sekolahnya. Karena Rina tidak jago menulis puisi, Rina pun terpikirkan ide licik, yaitu copas. Ya, copas, karena deadline-nya tinggal besok Rina pun copas salah satu puisi dari internet. Tapi, ada hal buruk yang terjadi, gurunya Pak Edo tau kalau Rina copas puisi itu. Dan akhirnya Rina pun dikurangi nilainya dan di cap tidak jujur oleh guru bahasa Indonesia itu. Sungguh kejadian yang memalukan. Kejadian itu pun bukan pertama kali untuk Rina. Rina pernah di cap seperti itu beberapa kali sejak dia masuk SMP. Rina pun sampai kesal oleh pak Edo. Menurutnya pak Edo adalah guru yang paling dia benci. Memang pak Edo adalah guru yang tegas, bersahaja, dan jujur, namun dia pun tak segan-segan untuk mengecap muridnya sebagai anak nakal dan mempermalukannya di depan umum, terlebih lagi pak Edo menyebut Rina sebagai Si copas. Perasaan itu yang membuat Rina semakin membenci pak Edo.


***

Waktu di jam dinding sudah menunjukkan pukul 14.28.


"Aduuuh, gimana nih, nanti ketahuan sama pak Edo kalau aku copas" 


Ucap Rina, dia gamau ada kejadian memalukan lagi. Rina pun sudah pusing dengan tugas tersebut. Mana lagi dia sudah capek dengan sekolah onlinenya. Tiba-tiba ada pesan datang dari pak Edo


"Hei, tugas cerpenmu sudah, belum?"

"Belum pak"

"Dicepetin pekerjaannya. Besok bapak gak mau tahu, harus jadi besok"

"Iya pak, saya kerjakan sekarang"

"Jangan lupa ga boleh copas, kamu mau nanti bapak ejek kamu lagi si copas?" 


Lagi-lagi Rina dibuat kesal oleh pak Edo. Rina pun langsung ke kasur nya dengan rasa kesal. Rina pun curhat ke Lena


"Eh Len, gimana nih"

"Lah kamu kenapa?"

"Ini loh tugas cerpen, aku masih bingung gimana ide ceritanya"

"Hmm, gini deh, coba kamu cari salah satu cerpen di internet, terus kamu jadikan cerpen itu sebagai inspirasi di cerpen kamu, gimana tuhh"

"Ohh, ok makasih"

"Ya, sama-sama"


Rina pun langsung ke internet lalu mencari cerpen, seperti Lena bilang, Rina sudah membaca cerpen, bukan hanya satu tapi sudah banyak cerpen yang telah ia baca, Tapi tidak ada yang bisa dijadikan inspirasi bagi Rina. Rina pun sudah menyerah, lalu sambil rebahan Rina mengeluh 


"Aduuuh, ini teh tugas Negara susah susah amat dah, aaaaaaahh" 


Rina pun membuka ponselnya lagi dan menemukan sebuah cerpen yang menarik bagi Rina. Rina pun membaca cerpen tersebut. 


"LAHH IYA, AKU MENDING BIKIN CERPEN KEK GINI, AAHHH KOK GA KEPIKIRAN SIIE, PINTER BANGET AKU AHHH AHHH"


Setelah Rina mengoceh tidak jelas, ia langsung mengambil kertas dan pulpen, lalu menuliskan cerita yang ada di imajinasinya. Rina saat ini benar-benar serius dalam membuat cerpen ini. Cerpen tadi ia jadikan inspirasi untuk cerpen yang sedang ia tulis sekarang. Tapi sial datang kepada Rina. 


"EEEEEH, AKU LUPA,"

Lanjut Rina, "Kan tulisnya di word lahh, Bangke. Mana udah aku tulis 2 halaman lagi, AHHH SIALAN."


Rina pun langsung mengeluh lagi, ia kesal.


"Aaahh, laper, mending jajan". Ucap Rina yang perutnya sudah keroncongan.


Rina pun pergi ke warung terdekat di rumahnya, dan juga sebagai penghilang kekesalannya. Setelah jajan ia pun langsung mengambil laptopnya dan menulis cerita dari buku yang ia tulis tadi. Sambil ngemil keripik dan minum kopi kalengan, Rina menulis dengan sangat asyik tanpa beban sama sekali, padahal Rina masih memiliki cukup banyak tugas yang belum ia kerjakan. 


Sudah 2 jam berlalu, sekarang menunjukkan pukul 17.20. Rina masih menulis cerita nya sambil mengoceh. Rina tidak sadar kalau ia sudah lama di depan laptopnya. Setelah selesai, Rina memutuskan untuk istirahat sebentar.


"Eh, ini mah ceritanya udah kepanjangan, emang bisa disebut cerpen yaah.. Aelah bodo amat dah tinggal dikirim." 


Rina pun langsung mengirim cerpen ini ke pak Edo. Untungnya pak Edo menerima cerpen tersebut. 

"Huft, untung diterima." Kata Rina dalam hati. 


Hari Kamis pun telah tiba. Dan sekarang Rina harus pergi sekolah karena dia harus mengikuti pembelajaran tatap muka. Karena tadi pagi, Rina bangun jam 06.30. Kemarin malam Rina begadang semalaman hanya untuk nonton Anime. Saat sudah sampai di sekolah, ia lari terburu-buru di lorong kelas, Huhhh moga-moga aku gak telat masuk, jawab Rina dalam hati. Namun langkah kakinya berubah dari cepat menjadi agak lambat, ketika ada pak Edo yang tepat berada didepan pintu kelas 8.1, kelasnya Rina. 


"Pagi, pak", Sapa Rina dengan ketus, sambil berdiri di dekat pintu kelasnya.


"Pagi, Nak. Tadi bapak sudah baca cerpenmu, tumben bagus, ga copas nih, kek mirip punya seseorang deh?" Kata pak Edo dengan senyum tipis.


Diii Hhh, mentang-mentang dikira aku copas hah, umpat Rina dalam hati.


"Sudah kok, pak, saya juga gak copas." 


"Ohhh, gitu, ya baguslah, lanjutin lagi kalo gitu,"  lanjut pak Edo "Tuh, masuk kelas keburu telat nanti," jawab pa Edo, sambil meninggalkan Rina di hadapannya. 

 

Rina pun segera masuk kelas dengan perasaan agak kesal. Pelajaran pertama pun dimulai. Rina agak kesal hari ini karena pelajaran pertama yaitu matematika, hal yang paling ia benci, manalagi pelajaran selanjutnya adalah bahasa Indonesia yang diajar oleh pak Edo sendiri. 


Huhhhh, kesel banget dahh, kenapa sih pelajaran pertama harus MTK, aaaaahh, mana otak aku gak nyampe apa yang dijelasin sama guru killer. Aku pengen bolos tapi gabisa, Heeeuuhh, gini amat hidup gw. Umpat Rina dalam hati. 


"HEYY, RINA, KAMU DENGAR GAK!" jawab Bu Nina sambil teriak.

  

Seketika Rina langsung kaget bukan main.


"Tadi kamu denger gak apa yang saya bilang?" Jawab By Nina

 

"Eeeeeee Hhh…" 


"Dengerin dong, saya menjelaskan, jangan hanya bengong Mulu aja" jawab Bu Nina dengan kesal.


Rina  pun hanya terdiam. Ihhh, sialan. 

Rina pun lanjut mengikuti pelajaran matematika dengan rasa kesal sekaligus bingung apa yang dijelaskan Bu Nina. Selanjutnya adalah pelajaran Bahasa Indonesia, Pak Edo langsung masuk kelas itu dan terdiam sejenak.


"DINO!" 


Dino teman sekelas Rina yang duduk di sebelah mejanya.


"I iya p pak" jawab Dino gagap.


"Kamu kenapa belum mengumpulkan tugas cerpen, HAH!" Jawab pak Edo dengan tegas.


"Ehh i itu.." 


"Ini itu ini itu, Alasan Mulu. Kamu kan udah dikasih waktu seminggu, masa belum dikerjain, kamu juga masih ada utang lain sama bapak," ujar pak Edo sambil menasehati Dino, "Hari ini harus selesai, bapak gak mau tau, YA"


"Iya pak" jawab Dino dengan agak kesal.


Hampir satu kelas terdiam karena pak Edo tadi. Rina pun sama, dia takut kalau dinasehati sekaligus dipermalukan lagi sama pak Edo, tapi untung itu tak terjadi.


***

Saat akhir penghujung pembelajaran, pak Edo memberitahu bahwa besok adalah pengumuman juara cerpen, Yah walau hari guru sudah lewat, ga masalah lah. Hmmmm besok pengumuman juara, kira-kira bisa menang gak ya? Ya pasti lah, kan aku yang buat cerpen, mana lagi dibilang bagus sama Pak Edo HAHAHAAHAA. Oceh Rina dalam hati. 


Sekolah pun usai, Rina yang capek itu langsung rebahan di kasur, membuka ponselnya, lalu bermain game, padahal dia masih ada tugas yang belum dikerjakan.


***

Hari Jumat pun tiba. Seluruh anak-anak SMP di harapkan untuk memasuki zoom. Yap, hari ini adalah pengumuman hasil juara cerpen untuk hari guru. 

Rina sudah tidak sabar untuk mendengarkan siapa juara cerpen tersebut. Baru mulai saja Rina sudah deg degan. Dimulai sambutan hangat dari kepala sekolah yang terdengar hangat. Pengumuman juara cerpen kelas 7, 8, 9 pun dimulai. Sampai tibalah pengumuman juara cerpen untuk kelas 8.1 yaitu kelasnya Rina Pengumuman juara ini disampaikan oleh pak Edo selaku juri dari perlombaan tersebut. Duhh, bisa menang nih yaa, jawab Rina dalam hati.


***

Rina pun bangga sekaligus kaget bukan main, karena dia juara dua kelas 8.1 dalam lomba cerpen. 


"Nah, liat tuh Rina, juara lomba cerpen. Cerpennya juga dia buat sendiri." Lanjut pak Edo, 

"Dari seluruh anak di kelas 8.1, ada sebagian anak yang ambil cerpen dari internet alias copas, bukan hanya kelas 8.2 aja loh, tapi kelas 7 sama kelas 9 juga sama, ada yang ambil dari internet. Ada juga beberapa anak yang telat bahkan belum mengumpulkan cerpen, padahal sudah diberikan seminggu untuk mengerjakan." Jawab pak Edo.


"Ini pesan dari bapak ya, pasti beberapa dari kalian benci sama bapak, Tapi ini juga untuk kebaikan kalian semua, kalian itu harus menanamkan sikap kejujuran dan disiplin di dalam diri kalian, masa kalian yang sudah SMP belum bisa menanamkan sikap tersebut sih, terutama bagi anak yang belum bisa untuk jujur. Perjuangan dari sikap jujur itu memang sulit, tapi kalau dikerjakan sungguh-sungguh pasti kalian bisa, nanti juga ada kok yang mau menghargai sikap jujur kalian."


"Dan juga kedisiplinan. Banyak anak yang sudah tidak memiliki sikap itu. Disiplin juga harus ditanamkan dalam di kalian juga, ini pun untuk masa depan kalian. Kalian juga pasti bisa." Jawab pak Edo sambil menceramahi.


Benar kata pak Edo, sikap tersebut memang harus ditanamkan dalam dirinya, kayaknya Rina harus mengubah sikapnya yang malas-malasan dan suka menunda deh. Rina pun senang dan bangga karena menang lomba cerpen di sekolahnya. Yeay tinggal nunggu hadiahnya deh, hihihihihi, ucap Rina dalam hati.


Rina pun senang karena perjuangan dan kerja kerasnya. Hasil tidak akan mengkhianati usaha.

____________________________________________________________


Karya: Frebrina Gurning

Komentar

  1. KERENNN ๐Ÿ˜—๐Ÿ˜— semangat berkaryaa!

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. ♥️♥️♥️๐Ÿ˜๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ

    BalasHapus
  4. Semaangatt yaa nakk,
    ,๐Ÿ˜๐Ÿ’ช

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Waw bagus
    (menyemangati diri sendiri)

    BalasHapus
  7. Seru novelnya ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Kemvren kek Baim wong ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ‘Œ๐Ÿป

    BalasHapus
  10. Makasih Febrina, sudah ikut menyemarakkan dengan cerpen ini. Jangan patah semangat ya,, dan jangan setengah-setengah dalam melakukan sesuatu (tapi aslinya ini susah bgt dilakukan, bahkan orang dewasa juga kadang masih setengah-setengah). Semangat!!! Terus berlatih menulis ๐Ÿค

    BalasHapus
  11. kbl kbl kbl keren banget loh
    i'm so proud of you

    BalasHapus
  12. Kereeennn..sukses ya Febrina๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช. Sederhana tapi mendidik ๐Ÿ‘

    BalasHapus
  13. Bagus, kamu berbakat, ya rajin membaca akan mendapat banyak pengetahuan dan inspirasi

    BalasHapus
  14. Menariknya adalah mencoba untuk menceritakan kembali pengalaman yang dikemas dalam sebuah cerpen yang inspiratif. Sampaikan pesan pa edi ke rina yah supaya ikutan nongkrong sepulang sekolah nanti. Djosgandoskanlah--

    Di tunggu yah kak, karya terbarunya.

    BalasHapus
  15. Cerita yang bagus, sangat bagus, teramat bagus, sungguh sangat sangat bagus

    BalasHapus
  16. OMG cool๐Ÿคฉ๐Ÿคฉ

    BalasHapus
  17. Nice story๐Ÿ‘๐Ÿ˜Œ

    BalasHapus
  18. Wah zaya nemu novel nich kemvren sekalich๐Ÿคฏ๐Ÿคฏ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ˜Ž๐ŸคŸ

    BalasHapus
  19. Bagus nak๐Ÿ‘๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

    BalasHapus
  20. Waw,ceritanya menyentuh ,dan mendidik

    BalasHapus
  21. Good strory ☺️๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  22. Wahh nanti aku juga pen nyoba ahh bikin novel jugak kek ginich baguss lohh๐Ÿคฉ๐Ÿคฉ๐Ÿ‘Œ๐Ÿป

    BalasHapus
  23. Teruskan berkaryanya ka...☺️๐Ÿ‘๐Ÿป

    BalasHapus
  24. Ceritanya bagus mudah dipahami ☺️☺️

    BalasHapus
  25. Ceritanya bagus memotivasi siswa untuk disiplin dalam mengerjakan tugas..๐Ÿ‘๐Ÿป

    BalasHapus
  26. Great bro๐Ÿคฉ๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  27. Saya suka novelnya, seorang guru yang tidak pernah lelah menasehati muridnya demi kesuksesan di masa yang akan datang..๐Ÿ˜„๐Ÿ‘

    BalasHapus
  28. Bagus,sebagai awai pemula. Tetap semangat dan terus berusaha berkembang berkarya tulis.

    BalasHapus

Posting Komentar