Pendidik yang Berjasa
Di suatu rumah, terdapat sebuah keluarga kecil yang sangat harmonis. Terjalin kasih yang sangat erat di dalam keluarga kecil itu. Keluarga tersebut terdiri dari seorang Ayah beserta sang Ibu dan seorang anak tunggal yang bernama Diego. Orangtua Diego sangat mendidik anak semata wayangnya dengan baik. Dari kecil, Diego memang sudah menyukai belajar karena ayahnya selalu mengajari bahwa belajar itu asyik. Ayahnya selalu berkata bahwa belajar itu asyik, karena kita bisa mendapatkan apa yang kita tidak tahu. Ayahnya berprofesi sebagai seorang guru di salah satu Sekolah Menengah Atas. Ayahnya bernama Deven. Pak Deven adalah guru yang baik sekali, Pak Deven juga mempunyai cara mengajar yang asyik. Banyak yang suka dengan cara mengajar ayahnya Diego. Sehingga bukan hal yang mengherankan lagi kalau Diego bisa suka belajar. Ayahnya saja, suka sekali mengajar muridnya.
Sekarang Diego duduk di kelas 7 SMP. Dia berada di kelas 7A. Wali kelasnya bernama Bu Mita. Bu Mita dulunya adalah murid dari ayahnya Diego. Bu Mita sangat mengingat jasa gurunya yaitu Pak Deven. Bu Mita dulunya adalah murid yang sangat nakal. Namun berkat ayahnya Diego Bu Mita bisa menjadi guru dan menjadi wali kelasnya Diego. Di kelas, Diego anaknya sangat aktif sekali. Diego selalu menjawab jika ada pertanyaan. Diego juga pintar dia selalu mendapat juara 3 besar. Guru guru banyak yang bangga dengan Diego karna dia selalu aktif di kelas. Diego sudah di kenal sebagai anak pintar dan aktif menjawab di sekolah menengah pertama tersebut.
Kilas balik. Ayah Diego bercita cita ingin membangun satu sekolah menengah pertama di sebuah desa. Ayah Diego ingin anak anak di desa disana bisa melanjutkan bersekolah ke jenjang selanjutnya. Ayah Diego mempunyai satu sahabat, sahabatnya adalah teman seperjuangannya dari ia kuliah sampai jadi guru. Sahabatnya bernama Bayu. Ayah Diego ingin mengajak sahabatnya itu untuk bekerja sama.
“Bro, gimana kalo kamu bantu saya wujudkan cita cita saya?” Ucap Pak Deven.
“Bukannya cita cita kamu jadi guru sudah tercapai?” Ucap Pak Bayu heran.
“Aku masih mempunyai satu cita cita lagi” Ucap Pak Deven.
“Apa yang ingin kamu wujudkan?” Tanya Pak Bayu.
“Aku ingin membangun satu sekolah di suatu desa. Anak anak desa di sana hanya bisa belajar sampai jenjang SD saja. Jadi aku ingin membangun sekolah menengah pertama disana.” Ucap Pak Deven menjelaskan.
“Waw, cita cita yang bagus sekali. Oke kalau begitu aku akan bantu kamu mewujudkannya tetapi aku tidak bisa sepenuhnya membantumu. Aku hanya bisa membantu sedikit saja.” Ucap Pak Bayu.
“Baiklah tidak apa apa, terimakasih sudah mau membantu saya.” Ucap Pak Deven.
Sahabatnya setuju dengan apa yang ingin Pak Deven lakukan. Setelah beberapa tahun Pak Deven merencanakan pembangunan sekolah ini, akhirnya Pak Deven berhasil mencapai cita cita nya. Sekolah itu dibangun atas nama Pak Deven. Sekolah tersebut sudah berjalan selama beberapa bulan. Orang Desa sangat senang karena ada sekolah baru di desa mereka. Mereka sangat berterima kasih kepada Pak Deven karena Pak Deven telah membangun sebuah sekolah di desa mereka. Sehingga anak anak desa bisa melanjutkan sekolahnya.
Namun, setelah sekolah tersebut berjalan beberapa bulan, Pak Bayu mulai iri dengan kesuksesan sahabatnya. Pak Bayu ingin merebut sekolah yang dimiliki oleh Pak Deven. Pak Bayu tiba tiba terpikir suatu ide jahat. Sayangnya ide jahat yang dilakukan oleh Pak Bayu selalu gagal. Pak Bayu mulai kehabisan ide untuk menjebak Pak Deven.
Saat Pak Bayu melamun, ia tiba tiba terpikir suatu rencana jahat. Dia memiliki rencana untuk membunuh ayah Diego. Dan otomatis sekolah itu nantinya akan menjadi milik Pak Bayu. Rencana ini memang sangat kejam. Namun, entah mengapa Pak Bayu bisa berpikir untuk membunuh Pak Deven. Rencana itu ia siapkan dengan sangat matang. Awalnya Pak Bayu sempat tidak ingin melanjutkan rencananya. Namun firasat itu hanya muncul sementara. Firasat ingin mengambil sekolah tersebut kembali. Dan betul saja rencana tersebut jadi ia lakukan dan berhasil. Pak Bayu menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Pak Deven. Pak Deven dibunuh di depan mata Diego dan Ibunya. Ibu Diego yang melihat kejadian itu secara langsung shock. Ibu Diego sangat sedih. Pak Bayu sengaja hanya membunuh ayah Diego saja.
Ibu Diego langsung berpikir bahwa dalang dari terbunuhnya suaminya adalah Pak Bayu. Ibu Diego sudah mencoba untuk mencari Pak Bayu. Namun, Pak Bayu berhasil kabur. Ibu Diego pun melapor ke kantor polisi. Polisi tidak bisa menemukan Pak Bayu. Akhirnya Ibu Diego pasrah namun Ibu Diego meminta untuk kasus ini tetap berlanjut. Agar Pak Bayu bisa menerima hukumannya.
Semenjak kejadian itu kehidupan keluarga Diego sangat tidak teratur. Ibunya selalu melamun dan tidak mau makan. Kehidupan Diego juga menjadi hancur. Diego dan Ibunya sangat menyayangi ayahnya, dan ketika orang yang mereka sayangi pergi mereka menjadi tidak bersemangat lagi. Orang yang biasa menyemangati Diego dan Ibunya adalah ayahnya. Namun, sekarang ayahnya lah yang pergi sehingga mereka sangat sedih. Rumah mereka pun menjadi sangat sepi, sampai sampai suara detik jarum jam pun terdengar.
“Diego, turut berduka cita ya atas meninggalnya ayahmu. Semangat Diego!!!” Ucap Bu Mita.
“Iya bu, terimakasih.” Ucap Diego lesu.
Sementara itu, nilai nilai Diego mulai turun drastis, tugas tugas nya banyak yang tidak ia kerjakan. Diego sudah kehilangan semangatnya. Dia menjadi anak yang pendiam di kelas. Dia sekarang tidak menjadi anak yang aktif menjawab lagi. Dia juga sering kali tidak memperhatikan guru menjelaskan dan melainkan hanya melamun. Diego juga sempat bolos sekolah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Diego berusaha membangkitkan semangat Ibunya, dia juga membantu Ibunya bekerja.
Kejadian tersebut terjadi pada akhir tahun ajaran. Jadi ketika ujian akhir tahun Diego tidak mengerti materi apapun, catatannya tidak lengkap sehingga ia tidak bisa mengerti materi. Diego hanya bisa pasrah. Nilai nilai ujian Diego banyak yang dibawah KKM. Setelah ujian selesai tiba saatnya pembagian raport. Diego tinggal kelas. Diego sangat sedih. Ibunya juga kaget dan sedih mendengar Diego tinggal kelas.
Sementara itu, Bu Mita selaku wali kelas Diego juga ikut sedih karena sebenarnya Diego bisa namun ia tidak memiliki semangat lagi. Disitulah hati Bu Mita tergerak. Bu Mita ingin melakukan apa yang ayah Diego lakukan kepadanya saat Bu Mita masih menjadi anak nakal. Bu Mita ingin membantu Diego agar semangatnya kembali. Bu Mita berniat untuk mengembalikan semangat belajar Diego agar dia bisa kembali serius belajar dan kembali membanggakan Ibunya dan supaya Diego menjadi anak yang sukses.
Sekolah sudah mulai masuk kembali. Diego masih duduk di kelas 7 SMP. Diego berada di kelas 7A. Wali kelas Diego yang sekarang adalah Bu Fira. Sekolah hari itu berjalan dengan lancar. Bu Mita berpesan kepada Bu Fira untuk memberi tahu Diego agar datang ke kelas 7B setelah pulang sekolah. Diego pun datang ke kelas Bu Mita, 7B.
"Selamat siang bu, permisi, apakah saya boleh masuk?" Ucap Diego.
"Iya boleh, silahkan masuk dan duduk di kursi depan ibu." Ucap Bu Mita.
"Baik bu." Ucap Diego.
Bu Mita mencoba untuk membangkitkan suasana hati Diego terlebih dahulu. Bu Mita berbincang apa saja dengan Diego. Setelah itu Bu Mita mulai menasehati Diego.
"Ingat Diego, bersedih boleh, tetapi jangan berlama lama. Sekarang, buang jauh jauh sedih mu, bangkit kembali dan jadi orang yang hebat untuk Ibu mu. Kamu harus bisa membuat Ibumu bangga dan bahagia. Kalau semangatmu kembali, dan kamu mulai rajin belajar kembali pasti Ibumu juga bangga akan itu. Bahkan ayahmu yang sudah di atas juga akan bangga dengan mu. Ibu akan bantu kamu sampai kamu berhasil sebisa Ibu. Setuju?" Ucap Bu Mita.
"Ibu mau bantu saya?? Kalau itu akan membuat ibu saya bahagia saya akan melakukannya." Ucap Diego yakin.
"Oke kalau begitu, kalau ada yang bingung kamu bisa tanya ibu, ibu akan bantu mengajari bukan memberi tahu jawaban, okey??" Ucap Bu Mita.
"OKE SIAP BUU!" Ucap Diego sambil memberi hormat.
Keesokan harinya Diego kembali memulai harinya dengan semangat. Dia belajar dengan serius agar dia bisa membahagiakan Ibunya. Bu Mita bangga dengan keberanian Diego untuk mencoba kembali. Diego sekarang mulai aktif dalam belajar. Bu Mita juga selalu membantu jika Diego butuh. Nilai nilai Diego kembali naik. Tugas tugas juga selalu ia kerjakan. Dia tidak bolos sekolah lagi. Ibunya juga mulai kembali bekerja dengan semangat karna Diego membangkitkan semangat ibunya sama seperti yang dilakukan gurunya kepadanya. Keluarga Diego seperti kembali hidup. Suasana rumahnya kembali indah kembali.
Setengah semester telah berjalan. Tiba saatnya ujian tengah semester 1. Diego belajar dengan baik agar dia bisa menjawab soal ujian. Saat ujian, Diego mengerjakannya dengan baik. Diego berhasil membanggakan Ibunya dan tentu saja gurunya juga. Nilai ujian tengah semesternya di atas KKM semua. Diego sangat senang.
"Bu Mita, terimakasih telah membangkitkan semangat ku. Aku berhasil membuat bangga Ibu saya dan tentu saja Ibu juga. Sekali lagi terimakasih banyak Bu Mita. Bu Mita adalah pendidik yang berjasa bagi Diego." Ucap Diego senang.
"Sama sama nak, Ibu pasti akan selalu membantu anak didik ibu sampai mereka berhasil sebisa ibu. Ayah mu juga pendidik yang sangat berjasa untuk Ibu." Ucap Bu Mita.
“Benarkah? Wah pasti Ayah bangga Bu Mita bisa bantu Diego sampai menjadi semangat kembali.”
“Pasti.” Ucap Bu Mita sambil tersenyum bahagia.
Bu Mita berhasil menjalani misinya membantu Diego mengembalikan semangatnya. Diego menjadi anak pintar kembali berkat Bu Mita. Bu Mita tidak menyangka hal itu namun ia yakin Diego akan menjadi anak yang sukses dan membanggakan kedua orang tuanya. Dan benar saja Diego menjadi anak yang sukses dan membanggakan kedua orangtuanya.
Pak Bayu ditemukan. Pak Bayu pun ditangkap. Pak Bayu sudah terbukti salah sehingga Pak Bayu menerima hukuman. Ibu Diego dan Diego menjadi lebih tenang karena Pak Bayu telah ditangkap. Sekolah di desa menjadi milik Ibu Diego. Ibu Diego sangat menjaga sekolah tersebut. Ternyata Pak Bayu sempat mengkorupsi harta orang tua murid dengan menaikan uang sekolah, uang kegiatan, uang buku, dll. Setelah sekolah tersebut kembali di tangan Ibu Diego, sekolah tersebut kembali menjadi sekolah dengan pemilik yang benar. Warga desa juga sangat senang karena Pak Bayu akhirnya ditangkap dan sekolah kembali ke tangan Ibu Diego.
“Akhirnya ya nak, Pak Bayu ketemu dan ditangkap.” Ucap Ibu Diego.
“Aku sangat lega setelah Pak Bayu ditangkap.” Ucap Diego.
“Pak Bayu jahat sekali. Dia membunuh ayah dan dia juga korupsi.” Ucap Diego kesal.
“Dan untungnya sekolah kembali di tangan Ibu.” Ucap Ibu Diego.
“Benar. Ayah pasti sangat senang Pak Bayu telah ditangkap dan sekolah kembali di tangan Ibu.” Ucap Diego.
“Terimakasih Tuhan.” Ucap Ibu Diego yang dilanjut oleh Diego mengulang kata yang diucapkan Ibunya.
Dari cerita tersebut kita bisa mengetahui bahwa guru adalah salah satu sosok pahlawan tanpa tanda jasa, ia akan mendidik anak didiknya sebisa mungkin agar anak didiknya bisa menjadi orang yang sukses dan membanggakan orang disekitarnya. Seperti yang dilakukan Ayah Diego kepada Bu Mita sewaktu Bu Mita masih menjadi anak nakal dan seperti yang dilakukan Bu Mita kepada Diego yang kehilangan semangat belajar karena orang yang ia sayangi pergi. Ayah Diego memberikan pengajaran yang bagus kepada muridnya dan muridnya menerapkan hal tersebut kepada muridnya sendiri. Bu Mita membimbing anak didik nya sampai anak didik tersebut berhasil dan membanggakan orang disekitarnya. Terima Kasih guru, karena telah menjadi pendidik yang berjasa bagi kami para murid muridmu.
Karya : Adelrose Tiara
good story👏
BalasHapusGood👍🏻
BalasHapusWii request gw dipake nihh🤣 ,bagus bagus👍
BalasHapusahaha iyaa, makasih yaa
Hapuskeren say, mangat !!
BalasHapuscemungut dell!!!(。・ω・。)ノ♡
BalasHapuswoahh kerenn
BalasHapuskeren kakak semangat terus 💗👍🏻
BalasHapuswaaaawww perlu detektif conan ga Tiara buat mengungkap pelakunya??? hehe...
BalasHapusSemangat ya nak 🌹
perlu nih kayanya bu hahaha, terimakasih buu
Hapuskeren
BalasHapusceritanya bagus dan sangat bermakna, keren
BalasHapuswihh, ceritanya keren
BalasHapuskesel sama Pak Bayu, anw ceritanya kerenn
BalasHapusKeren, semangat tiara!
BalasHapusAyoooo tir nanti bikin lagi y, yang seruuu tirrr 😀
BalasHapusSalam dari Otak
ahahah ayooo
Hapuskeren,semangat💪
BalasHapusSangat cocok untuk mengispirasi kita semua tentng arti persahabatan dan musuh
BalasHapusBolang ke diego teman-teman menunggunya di tongkrongan sepulang sekolah
Djosgandoskanlah--
Di tunggu yah kak, karya terbarunya.
wahh hahaha, siap pak 😁👍
Hapusswadikap ini komen yg kedua keknya ahaha, akhirnya saya selesai baca full,
BalasHapuswahhh pak bayu keknya setan lewat deh
kayanya habis kerasukan setan trs nempel wkwk
Hapus